Portalarjuna.net, malang 15 Juli 2026 Dalam rangka menanamkan karakter saling menghargai sejak usia dini, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 16 Desa Bocek menyelenggarakan kegiatan Edukasi Literasi Digital Anti Bullying bagi siswa MI Nasyrul Ulum, Rabu (15/7/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu program kerja bidang pendidikan yang bertujuan memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai dampak bullying serta pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghormati.
Kegiatan dilaksanakan di aula MI Nasyrul Ulum Bocek dan diawali dengan registrasi serta pengondisian peserta sejak pukul 07.00 WIB. Seluruh siswa diarahkan menuju ruang kegiatan oleh panitia agar pelaksanaan acara berlangsung tertib sesuai dengan jadwal yang telah disusun.
Rangkaian acara resmi dibuka pada pukul 07.30 WIB dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Kelompok KKN, perwakilan panitia, dan pihak sekolah. Dalam sambutannya, pihak sekolah menyampaikan apresiasi atas kepedulian mahasiswa KKN dalam menghadirkan program edukasi yang relevan dengan kehidupan peserta didik.
Memasuki sesi utama, mahasiswa KKN menyampaikan materi mengenai pengertian bullying, bentuk-bentuk bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah, dampak yang ditimbulkan bagi korban maupun pelaku, serta langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan siswa untuk mencegah terjadinya perundungan. Penyampaian materi dikemas dengan bahasa yang mudah dipahami serta disertai contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari sehingga peserta lebih mudah memahami isi materi.
Koordinator KKN Kelompok 16 Desa Bocek, Achmad Albazi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun karakter peserta didik melalui pendekatan edukatif.
“Bullying sering dianggap sebagai hal yang biasa, padahal dampaknya dapat memengaruhi kondisi psikologis dan perkembangan anak. Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak siswa untuk saling menghormati, berani berkata tidak terhadap perundungan, serta membangun lingkungan sekolah yang ramah dan penuh kepedulian,” ujar Achmad Albazi.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para siswa tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan dengan mengajukan berbagai pertanyaan seputar pengalaman mereka di sekolah, cara menghadapi tindakan bullying, hingga pentingnya meminta bantuan kepada guru maupun orang tua apabila mengalami atau menyaksikan perundungan.
Untuk menjaga semangat peserta, panitia kemudian mengadakan sesi ice breaking yang diikuti seluruh siswa. Suasana aula menjadi lebih hidup karena peserta diajak mengikuti permainan edukatif yang menumbuhkan rasa kebersamaan, kerja sama, dan saling menghargai antar teman.
Sebagai penutup, mahasiswa KKN bersama pihak sekolah mengajak seluruh peserta menyaksikan tayangan edukatif bertema anti bullying. Melalui kegiatan nonton bersama tersebut, siswa diajak memahami dampak bullying melalui media visual sehingga pesan yang disampaikan lebih mudah diterima dan diingat.
Salah seorang peserta, Ferdi, mengaku mendapatkan pengalaman baru setelah mengikuti kegiatan tersebut.
“Saya jadi tahu kalau mengejek atau mengucilkan teman juga termasuk bullying. Setelah mengikuti kegiatan ini, saya ingin lebih menghargai teman dan berani mengingatkan jika ada yang melakukan perundungan,” ungkap ferdi










