Portalarjuna.net, malang 16 Juli 2026 Dalam upaya meningkatkan kesadaran pelajar terhadap bahaya penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA), Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 16 Desa Bocek menggelar kegiatan Edukasi Literasi Digital Bahaya NAPZA di MTs Al Ma’arif Bocek, Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu program kerja di bidang pendidikan yang bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya menjaga diri dari penyalahgunaan NAPZA serta memanfaatkan media digital secara bijaksana.
Kegiatan yang berlangsung di aula MTs Al Ma’arif Bocek diawali dengan registrasi peserta dan pengondisian siswa sebelum memasuki rangkaian acara utama. Acara kemudian dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan sambutan dari mahasiswa KKN dan pihak sekolah sebagai tanda dimulainya kegiatan edukasi.
Sebelum penyampaian materi, seluruh peserta mengikuti pre-test untuk mengetahui tingkat pemahaman awal mengenai bahaya NAPZA. Tahapan ini dilakukan sebagai bahan evaluasi awal sebelum peserta menerima materi dari tim mahasiswa KKN.
Materi edukasi disampaikan secara interaktif dengan membahas pengertian NAPZA, berbagai jenis zat yang termasuk di dalamnya, faktor penyebab penyalahgunaan, dampak terhadap kesehatan fisik maupun mental, hingga konsekuensi hukum yang dapat ditimbulkan. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya literasi digital agar mampu memilah informasi yang benar serta menghindari pengaruh negatif dari media sosial.
Koordinator KKN Kelompok 16 Desa Bocek, Achmad Albazi, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pembinaan karakter generasi muda melalui pendekatan edukatif.
“Kami berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran siswa mengenai bahaya penyalahgunaan NAPZA sekaligus membangun kemampuan mereka dalam memanfaatkan media digital secara bijak. Generasi muda harus menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari narkoba,” ujar Achmad Albazi.
Untuk menjaga antusiasme peserta, panitia menyisipkan sesi ice breaking yang diikuti dengan penuh semangat oleh para siswa. Suasana belajar yang santai namun tetap edukatif membuat peserta lebih aktif ketika memasuki sesi diskusi dan tanya jawab.
Pada sesi tersebut, sejumlah siswa mengajukan pertanyaan mengenai dampak penyalahgunaan narkoba, pengaruh lingkungan pergaulan, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kepedulian mereka terhadap isu yang dibahas.
Salah satu peserta, Nafis, mengaku memperoleh banyak wawasan baru setelah mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan mudah dipahami karena dikemas secara interaktif dan disertai contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena kami menjadi lebih memahami bahaya NAPZA dan cara menghindarinya. Selain itu, kami juga belajar bagaimana menggunakan media digital dengan lebih bijak agar tidak mudah terpengaruh informasi yang negatif,” ungkap Nafis.
Sebagai penutup, panitia melaksanakan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Hasil evaluasi tersebut diharapkan dapat menjadi indikator keberhasilan program edukasi sekaligus mendorong siswa untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan diakhiri dengan penyampaian pesan kepada seluruh peserta agar senantiasa menjaga kesehatan, memilih lingkungan pergaulan yang positif, serta memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana belajar dan mengembangkan diri. Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi sekaligus wujud kolaborasi antara mahasiswa KKN Kelompok 16 Desa Bocek dan keluarga besar MTs Al Ma’arif Bocek dalam mendukung terciptanya generasi muda yang berkarakter, berwawasan, dan bebas dari penyalahgunaan NAPZA.
Author: Achmad albazi










