Portalarjuna.net, Lawang – Kelompok KKN Mandiri Wonorejo sukses menggelar pelatihan pengolahan pangan kreatif untuk warga setempat. Kegiatan berlangsung di Balai Desa Wonorejo, Kecamatan Lawang pada Sabtu, 4 Juli 2026. Para mahasiswa mengajak warga membuat produk “Es Mambo Alpukat”.
Puluhan ibu PKK Desa Wonorejo menghadiri acara yang berlangsung gayeng ini. Mereka sangat antusias menyerap ilmu baru. KKN Mandiri Wonorejo juga menggandeng pakar sebagai narasumber utama. Beliau adalah Bapak Aniar, dosen Agribisnis dari Universitas Yudharta Pasuruan.
Melejitkan Nilai Jual Alpukat Lokal
Bapak Aniar menjelaskan potensi ekonomi buah alpukat yang luar biasa. Nilai jualnya akan melonjak jika warga mengolahnya dengan tepat. Selama ini, warga desa sering menjual alpukat dalam bentuk mentah. Sebagian besar warga juga hanya mengonsumsinya secara konvensional.
Olahan es mambo terbukti ampuh memperpanjang masa simpan buah. Produk ini juga memiliki nilai estetika dan harga jual yang lebih tinggi. Ketua KKN Mandiri Wonorejo, Fatchur Rohman, langsung menggagas program ini setelah melihat melimpahnya potensi tani desa. Menurutnya, warga belum memaksimalkan potensi tersebut menjadi industri rumahan.
“Kami melihat potensi buah alpukat desa ini sangat besar. Melalui pelatihan, kami berharap ibu PKK bisa menyajikan camilan sehat. Kami juga ingin mendorong mereka membuka UMKM baru demi membantu ekonomi keluarga,” ujar Fatchur Rohman.
Ibu PKK Praktik Langsung Buat Es Mambo
Pelatihan ini berjalan sangat interaktif. Ibu-ibu PKK langsung mempraktikkan seluruh proses pengolahan secara mandiri. Mereka belajar memilih alpukat yang matang sempurna. Peserta juga mempelajari teknik pencampuran bahan agar tekstur es tetap lembut. Terakhir, mereka membuat kemasan yang menarik agar produk siap masuk pasar.
Perwakilan PKK Desa Wonorejo, Ibu Tarni, mengapresiasi tinggi inisiatif mahasiswa KKN tersebut. Beliau merasa materi pelatihan ini sangat membumi dan mudah warga tiru.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat dan praktis. Biasanya kami cuma memakan langsung alpukat atau membuat jus biasa. Sekarang kami tahu kreasi es mambo rasanya premium. Anak-anak pasti suka. Caranya mudah dan modalnya terjangkau untuk jualan,” kata Ibu Tarni semangat.
Membuka Peluang UMKM Baru
Sinergi antara akademisi, mahasiswa, dan penggerak PKK ini membawa harapan baru. Desa Wonorejo kini berpeluang melahirkan produk pangan khas yang unik. Warga optimis produk es mambo premium ini mampu bersaing ketat di pasar lokal Lawang dan sekitarnya.
Author : Wahyu Ilhami
Redaktur : Aulia Dwi Maulidah
Fotography : Dimas Eko Prasetiyo













