
Nenek Salamah, Penjual Bawang yang Tetap Bertahan di Pasar Purwosari
Portalarjuna.net, Pasuruan – Di tengah hiruk pikuk Pasar Purwosari, sosok Nenek Salamah selalu terlihat menempati lapak kecilnya dengan beberapa bungkus bawang.

Portalarjuna.net, Pasuruan – Di tengah hiruk pikuk Pasar Purwosari, sosok Nenek Salamah selalu terlihat menempati lapak kecilnya dengan beberapa bungkus bawang.

Pasuruan – Di sudut Pasar Purwodadi, tempat para ojek pangkalan berkumpul sejak puluhan tahun lalu, suasana kini tampak jauh lebih lengang. Di antara mereka, ada sosok yang sudah puluhan tahun menggantungkan hidup di tempat itu: Pak Adi, seorang tukang ojek yang mulai bekerja sejak tahun 90-an.

Di tengah sulitnya mencari pekerjaan, Murti, warga Pasuruan Kota, setiap hari naik bus menuju lampu merah Purwosari untuk mengemis. Sudah dua tahun ia menjalani aktivitas ini demi membantu suami dan menyekolahkan tiga anaknya.

Bapak Sukmanto (58) berdiri tegak di tengah padatnya lalu lintas Japanan, Pasuruan. Dengan rompi oranye dan tongkat yang menjadi isyaratnya, ia mengatur kendaraan yang melintas. Profesi juru parkir ini telah ia jalani selama hampir sepuluh tahun, sebuah babak baru setelah meninggalkan hiruk pikuk pabrik.

Di balik suara sayup dari speaker portabel kecil, tersemat kisah Bapak Arluji (55), seorang pengamen yang telah mengarungi jalanan selama hampir tiga dekade. Pria asli Lumajang ini menjadikan vokal dan alat musik elektronik mini sebagai tumpuan hidupnya selama 28 tahun.

Suparno lahir dari keluarga sederhana di daerah Puntir Pasuruan. Beliau memilki 3 anak yang sudah beranjak dewasa. Walaupun beliau hanya lulusan SD Pak suparno tetap berusaha agar anak-anaknya bisa menikmati Pendidikan yang lebih baik darinya. Istri pak suparno menjadi ibu rumah tangga yang menjadi bagian penting dalam kehidupan pak suparno.

Sosok perempuan lanjut usia masih setia menyusuri kampung dari rumah ke rumah. Namanya Ibu Samik, 70 tahun Alamat Dusun Temburan, Kecamatan Paserepan , seorang pedagang tampah kayu dan tapai keliling yang tetap bekerja demi memenuhi kebutuhan sehari-hari (23/11).