K.H Agus Sunyoto: “Istilah Pribumisasi Islam dari Gus Dur yang Menginspirasi Bangsa Ini”

""

Portalarjuna.net-“Sebuah bangsa bisa bertahan kalau dia memiliki budaya” pernyataan tersebut diungkapkan oleh seorang Kyai sekaligus penulis buku Sejarah Walisongo paling autentik atau Atlas Walisongo dan juga ketua Lesbumi PBNU, K. H Agus Sunyoto, M.Pd. Beliau menjelaskan alasan pengangkatan budaya pada agenda Sewindu Haul Gus Dur di Pesantren Global Tarbiyatul Arifin Lowoksuruh Mendit Malang yang diselenggarakan selama tiga hari sejak kemarin 28 Desember hingga 30 Desember 2017.

Menurut beliau Gus Dur telah menginspirasi bangsa ini dengan istilah beliau Pribumisasi Islam, dengan adanya fenomena terdahulu betapa kuatnya budaya dan tradisi di Indonesia utamanya tentang Islam meskipun telah dijajah oleh Belanda beratus tahun lamanya namun tetap kokoh dengan budayanya hingga saat ini sehingga muncullah Islam Nusantara dari maksud Islam yang dipribumikan, Islam yang diwariskan oleh walisongo. Hal ini jika dibandingkan dengan Islam yang pertama kali masuk ke Andalusia Spanyol yang pada akhirnya terkikis dan hilang setelah negara tersebut terjajah.

Salah satu budaya Islam yang merupakan warisan dunia dan berasal dari Indonesia yaitu keris pusaka yang bahkan sudah diakui UNESCO.

Beberapa kelompok keagamaan yang tidak menyukai Islam Nusantara dan menurutnya hal ini dikarenakan merupakan bentuk program dari kapitalisme global agar bangsa Indonesia tidak mempunyai tradisi karena globalisasi memang rata rata untuk menghilangkan batasan etnis, bahasa, budaya dan agama.

Salah satu giat yang efektif menurut K.H Agus Sunyoto guna menjauhkan para pemuda dari kapitalisme global dengan kegiatan nonformal seperti halnya diskusi dan sarasehan seperti halnya agenda perayaan haul gusdur ini yang meyakinkan mereka bahwa bangsa ini merupakan bangsa yang berperadaban tinggi.

Maka agenda Sewindu Haul Gusdur yang sangat menarik dengan agenda malam ini yakni Sarasehan “Budaya Sains dan Teknologi di Era Millenium ke3” merupakan salah satu resistensi dalam melawan globalisasi dan sedang menuju renaisans kebangkitan tradisi budaya Indonesia.(dh)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.