Pasuruan, Jawa Timur
Senin, 4 Mei 2026

Banjir Rendam Pantura Beji-Gempol Pasuruan, Kemacetan Panjang Tak Terhindarkan

Banjir Rendam Pantura Beji-Gempol Pasuruan, Kemacetan Panjang Tak Terhindarkan
Pasuruan – (Dikutip dari Detik.com) Jalur Pantura Beji-Gempol di Kabupaten Pasuruan digenangi banjir pada Jumat (17/1/2025), menyebabkan antrean kendaraan sepanjang beberapa kilometer. Genangan air ini terjadi akibat hujan deras yang mengguyur sejak dini hari, mengakibatkan aktivitas lalu lintas terhenti total.

Di beberapa lokasi, ketinggian air mencapai 50-70 cm, sehingga kendaraan berukuran kecil sulit melintas. Banyak pengendara motor dan mobil terpaksa menghentikan perjalanan atau mencari rute alternatif untuk menghindari banjir.
Salah satu pengguna jalan, Rani (32), mengungkapkan pengalamannya terjebak di lokasi. “Airnya sangat tinggi, mobil kecil tidak bisa lewat. Kami bingung mencari jalur lain karena rute alternatif juga macet,” keluhnya.
Tim gabungan dari kepolisian, dinas perhubungan, dan BPBD Kabupaten Pasuruan langsung turun ke lapangan untuk mengatur arus lalu lintas dan membantu kendaraan yang mogok akibat banjir. Meskipun demikian, kondisi lalu lintas tetap tersendat karena tingginya genangan air.

Camat Beji, Sugiarto, menjelaskan bahwa banjir ini disebabkan oleh buruknya sistem drainase di sepanjang jalur Pantura serta meluapnya sungai di sekitar wilayah tersebut. “Hujan dengan intensitas tinggi dan saluran air yang tidak memadai menjadi faktor utama banjir ini. Kami sedang berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengatasi masalah ini,” katanya.
BPBD Kabupaten Pasuruan juga melaporkan bahwa selain menggenangi jalan utama, banjir turut merendam sejumlah rumah warga. Hingga saat ini, proses pendataan rumah terdampak dan kerugian yang dialami masyarakat masih berlangsung.

Pihak berwenang mengimbau pengguna jalan untuk menghindari jalur Pantura Beji-Gempol hingga banjir surut. Selain itu, masyarakat di daerah rawan banjir diminta tetap waspada dan segera melapor apabila memerlukan bantuan.Upaya untuk memulihkan kondisi terus dilakukan, termasuk penyedotan air dan pembersihan jalan dari lumpur. Meskipun demikian, situasi di lokasi banjir masih belum sepenuhnya normal.

Author : M. Nafi’Ridho

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tulisan Terakhir

Advertorial