Portalarjuna.net, Malang – Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Malang turun ke jalan untuk menggelar aksi protes terhadap kebijakan efisiensi anggaran yang dibuat oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Demonstrasi ini menjadi bagian dari gerakan nasional bertajuk “Indonesia Gelap”.
Para peserta aksi, yang sebagian besar mengenakan pakaian hitam, memulai long march dari Stadion Gajayana menuju Bundaran Tugu Kota Malang. Mereka membawa berbagai spanduk dan poster bernada kritik terhadap kebijakan pemerintah. Salah satu poster bertuliskan “Efisienshit” sebagai sindiran terhadap program efisiensi anggaran. Selain itu, sejumlah demonstran membakar foto Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran sebagai bentuk kekecewaan.
Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani, bersama aparat kepolisian, mendatangi lokasi untuk menemui massa yang tetap bertahan meski hujan mengguyur. “Kami telah berupaya melakukan mitigasi agar kebijakan ini tidak menghambat layanan dasar bagi masyarakat,” ujar Amithya, seperti dikutip dari Tugumalang.id, Senin (18/2/2025).
Demonstran juga melakukan pembakaran ban bekas serta menampilkan pertunjukan teatrikal di depan Gedung DPRD Kota Malang. Mereka menyampaikan 14 tuntutan utama, termasuk penolakan terhadap Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025, desakan agar pemerintah lebih memprioritaskan anggaran pendidikan dan kesehatan, serta penghentian program Makan Bergizi Gratis yang mereka anggap tidak tepat sasaran dan hanya membebani anggaran negara.
“Kami menolak keras kebijakan efisiensi ini karena berdampak besar pada layanan pendidikan dan kesehatan yang menjadi hak dasar masyarakat,” ujar salah seorang orator aksi, dikutip dari Kabarmalang.com, Senin (18/2/2025).
Polresta Malang Kota mengerahkan 320 personel gabungan untuk menjaga keamanan selama aksi berlangsung. Meskipun sempat terjadi pembakaran dan massa mencoba memasuki halaman Gedung DPRD, demonstrasi tetap berlangsung kondusif tanpa bentrokan besar.
Aksi serupa terjadi di berbagai kota lain di Indonesia. Masyarakat di berbagai daerah melakukan perlawanan terhadap kebijakan pemerintah yang mereka nilai merugikan, terutama di sektor pendidikan dan kesehatan.
Author : Chovivatul Ismi









