Portalarjuna.com, Jakarta – Rupiah terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan menembus level Rp15.900 pada perdagangan Rabu pagi. Penguatan dolar global dan ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve mendorong tren ini. (28/05/2025)
Menurut data Bloomberg, rupiah dibuka di level Rp15.870 per dolar AS dan terus tertekan hingga menyentuh Rp15.910 menjelang siang. Angka ini menjadi titik terendah sejak awal 2024.
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan bahwa pemerintah dan Bank Indonesia sudah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Mereka juga berusaha menekan dampak pelemahan terhadap inflasi dan sektor riil.
“Stabilitas kurs sangat penting untuk menjaga kepercayaan investor dan daya beli masyarakat. Kami akan terus memantau kondisi global dan memperkuat koordinasi lintas lembaga,” ujar Sri Mulyani di Jakarta, Rabu (28/5).
Pelaku pasar berharap Bank Indonesia segera turun tangan untuk mengendalikan pelemahan ini, terutama menjelang keputusan suku bunga The Fed pekan depan Ekonom INDEF, Eko Listiyanto, menilai pelemahan ini bersifat jangka pendek. Namun, ia mengingatkan agar pemerintah tetap waspada terhadap potensi lonjakan harga barang impor dan meningkatnya beban utang luar negeri.
Author: M.bintang maulana









