Pasuruan, Jawa Timur
Sabtu, 31 Januari 2026

Majelis Masyayikh Bahas Masa Depan Dunia Santri dalam Konferensi Pendidikan Pesantren Nasional 2025

Portalarjuna.net, Jakarta – Majelis Masyayikh mengadakan Konferensi Pendidikan Pesantren Nasional 2025 di Hotel Bidakara, Jakarta, pada 5-7 November 2025. Kegiatan ini menjadi forum strategis bagi kiai, akademisi, dan pemangku kebijakan untuk membahas masa depan pendidikan pesantren di Indonesia. (09/11/2025)

Ketua Majelis Masyayikh, KH. Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin), dalam sambutannya menegaskan pentingnya tiga prinsip dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren: rekognisi, afirmasi, dan fasilitasi. Menurut Gus Rozin, ketiganya harus diwujudkan dalam kebijakan yang konkret, bukan sekadar jargon.

“Pesantren lahir dari masyarakat, hidup bersama mereka, dan berkhidmat untuk kemaslahatan umat. Negara harus mengakui, berpihak, dan memfasilitasi pesantren,” ujar Gus Rozin.

Konferensi ini juga membahas tiga fungsi utama pesantren: pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Pesantren dikenal dengan nilai keimanan, ketakwaan, serta ajaran Islam yang rahmah dan berkeadaban.

Selain itu, forum ini juga membahas rencana pembentukan Direktorat Jenderal Pondok Pesantren (Ditjen Ponpes) oleh Kementerian Agama RI. Pembentukan ini diharapkan meningkatkan kualitas dan tata kelola pendidikan pesantren.

Konferensi ini diharapkan memperkuat sinergi antar pesantren, serta posisi pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang mandiri, inklusif, dan berdaya saing.

Author: Abd Rasyid Shofi Nasrullah

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tulisan Terakhir

Advertorial