Portalarjuna.net, Malang – Destinasi wisata alam legendaris, Air Terjun Coban Pelangi, mencatatkan lonjakan pengunjung sebesar 40% pada awal Januari 2026. Keindahan fenomena alam berupa pembiasan cahaya matahari yang menghasilkan warna pelangi di antara uap air terjun setinggi 110 meter tersebut tetap menjadi primadona utama di kawasan penyangga Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Pihak pengelola menyampaikan bahwa meskipun antusiasme tinggi, faktor keselamatan di jalur trekking sepanjang kurang lebih 1 kilometer menuju titik air terjun menjadi prioritas utama.
Detail kejadian dan kebijakan baru
Menurut laporan lapangan pada Jumat (02/01/2026), terdapat beberapa poin penting terkait kondisi terkini di lokasi:
- Pembatasan Jalur: Mengingat medan yang menurun dan kondisi tanah yang lembap, petugas membatasi jumlah orang yang berada di dek observasi utama guna mencegah kelebihan beban.
- Waktu Operasional: Wisatawan disarankan tiba sebelum pukul 12.00 WIB, karena fenomena pelangi hanya terlihat saat posisi matahari berada di sudut tertentu yang menyinari embun air terjun.
- Keamanan Air: Larangan mandi tepat di bawah pancuran air terjun diperketat menyusul debit air yang meningkat akibat curah hujan di hulu (Kawasan Gubugklakah).
Author: Annisa Alfi Nurilmi












