Portalarjuna.net, Pasuruan – Sejak kecil, Intan sudah akrab dengan dunia literasi. Kecintaannya pada membaca dan mengikuti berbagai lomba menjadi langkah awal yang menuntunnya hingga terpilih sebagai Duta Pustaka Jawa Timur 2025. Di balik prestasinya, tersimpan kepedulian terhadap rendahnya tingkat literasi di Indonesia. Ia ingin menjadi bagian dari perubahan dan membawa semangat membaca ke tengah masyarakat.
Menjalani peran sebagai Duta Pustaka di era digital, Intan Nur Ainy melihat teknologi sebagai peluang sekaligus tantangan. Ia memanfaatkannya melalui program “Zenglish_ok”, yang menggabungkan edukasi bahasa dan kampanye literasi dengan cara interaktif. Bagi Intan, literasi bukan sekadar membaca, tetapi proses berpikir yang membentuk karakter dan jati diri. Untuk menarik minat generasi muda, ia mengusulkan perpaduan metode tradisional dan teknologi seperti game literasi atau media interaktif.
Melalui media sosial, Intan juga menyediakan platform dan e-book gratis agar membaca menjadi lebih mudah diakses. Tantangan terbesar, menurutnya, bukan soal akses, melainkan pola pikir masyarakat yang belum menyadari pentingnya membaca secara kritis. Karena itu, ia memulai dari lingkup terdekat untuk menumbuhkan budaya baca.
Dengan optimisme, Intan percaya anak muda bisa menjadi penggerak utama menuju Indonesia Emas 2045 melalui literasi.
Ia menutup pesannya dengan kalimat lembut “Bacalah apapun yang kamu sukai, dan temukan alasan untuk jatuh cinta pada membaca.”
Author: Isy Sabela Mardliyah & Agus Dwi NC






