Pasuruan, Jawa Timur
Kamis, 20 Agustus 2026

Belajar Langsung dari Peternak Lokal, Mahasiswa Universitas Yudharta Pasuruan Dalami Budidaya Sapi Perah di Desa Gerbo

PortalArjuna.Net, Purwodadi – Sebagai upaya menambah wawasan di bidang peternakan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 12 Universitas Yudharta Pasuruan melaksanakan kunjungan edukatif ke peternakan sapi perah Rojo Koyo Utomo milik Aguk Prianto pada Kamis (16/7/2026) di Dusun Pager Gunung, Desa Gerbo, Kecamatan Purwodadi. Kegiatan ini bertujuan mempelajari sistem budidaya sapi perah yang telah menjadi salah satu mata pencaharian utama masyarakat Desa Gerbo, khususnya di Dusun Kejoren dan Pager Gunung. Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa memperoleh pengetahuan mengenai pengelolaan peternakan, proses pemerahan susu, hingga pengolahan limbah ternak menjadi biogas.

Bapak Aguk Prianto, yang telah menekuni usaha peternakan sapi perah sejak tahun 1997, menceritakan perjalanan usahanya yang dimulai dari dua ekor sapi hingga kini berkembang menjadi sekitar 30 ekor sapi, terdiri atas 20 ekor indukan, tiga ekor sapi dara, dan selebihnya anak sapi. Dari peternakan tersebut dihasilkan sekitar 250 liter susu segar setiap hari yang dipasarkan melalui koperasi dengan sistem pembayaran setiap sepuluh hari sekali. Menurutnya, usaha sapi perah memberikan pendapatan yang lebih stabil dibandingkan sapi potong karena hasil susu dapat dipasarkan secara rutin. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kualitas susu dengan prinsip asli, bersih, dan cepat agar mutu produk tetap terjamin.

Selain berbagi pengalaman teknis, Aguk Prianto juga memberikan motivasi kepada mahasiswa agar memanfaatkan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan. “Jerih payah orang tua untuk pendidikan anaknya sangat besar. Maka gunakan ijazahmu dengan sebaik-baiknya selagi masih muda, karena semangat hari ini akan menjadi aset di masa tua,” pesannya. Ia juga mengingatkan bahwa peluang usaha sebenarnya tersedia di desa sendiri apabila generasi muda mau mengembangkan potensi yang ada. Di era modern, lanjutnya, peternak harus mampu mengikuti perkembangan teknologi agar tidak tertinggal, termasuk dalam pengelolaan pakan, kesehatan ternak, pemanfaatan limbah menjadi biogas, hingga pencegahan penyakit seperti PMK melalui karantina ternak dan pemberian ramuan herbal untuk menjaga daya tahan sapi.

Kunjungan ini memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada mahasiswa mengenai praktik peternakan yang berkelanjutan, mulai dari manajemen usaha, kesehatan ternak, hingga pemanfaatan teknologi dalam meningkatkan produktivitas.

Author: Irma Mita

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tulisan Terakhir

Advertorial