Portalarjuna.net, Pasuruan, 15 Juli 2026 — Mahasiswa Universitas Yudharta Pasuruan mengikuti kegiatan penyuluhan sekaligus pembukaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Brawijaya (UB). Kegiatan ini berlangsung di Dusun Sumbersari, Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. Selain itu, Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) Universitas Brawijaya menyelenggarakan kegiatan ini sebagai bagian dari program Pengabdian Masyarakat Skema Living Lab bertema SDGs.
Awalnya, panitia membuka acara dengan seremoni pembukaan KKN. Kemudian, perwakilan mahasiswa Yudharta, mahasiswa KKN Universitas Brawijaya, para dosen, kepala prodi, dan warga Dusun Sumbersari menghadiri acara ini. Dalam sambutannya, panitia menjelaskan bahwa program ini mengangkat tema besar “Penyuluhan dan Demplot Kolam Bioflok Nila, Produksi Pakan Ikan Mandiri, serta Pelepasan (Restocking) Ikan Endemik sebagai Upaya dalam Ketahanan Pangan dan Gizi Masyarakat dan Konservasi Perairan”.
Terkait hal itu, kepala prodi juga menjelaskan alasan pihak kampus baru bisa hadir pada momen pembukaan ini. “Bukan karena apa, kita tidak kunjungan di awal karena kita masih sibuk dengan ujian mahasiswa semester akhir,” ujarnya.
Penyuluhan Budidaya Ikan Nila Sistem Bioflok
Setelah pembukaan, tim pengabdian menyampaikan materi budidaya ikan nila menggunakan sistem bioflok. Pertama-tama, tim menjelaskan konsep dasar teknologi bioflok kepada warga. Selanjutnya, materi ini juga mencakup cara mengelola kualitas air dan teknik budidaya yang efisien.
Selain itu, tim pengabdian juga menyampaikan materi produksi pakan ikan mandiri. Materi ini mengajarkan warga cara meracik dan membuat pakan ikan sendiri. Sebagai contoh, warga bisa memakai bahan-bahan yang mudah didapat di sekitar dusun. Dengan begitu, cara ini bertujuan menekan biaya operasional budidaya, sebab selama ini warga banyak bergantung pada pakan pabrikan. Melalui penyuluhan ini, warga diharapkan mampu memproduksi pakan berkualitas secara mandiri. Oleh karena itu, usaha budidaya ikan nila bioflok bisa berjalan lebih efisien dan berkelanjutan.
Praktik Pembuatan Pupuk
Setelah sesi penyuluhan, kegiatan berlanjut dengan praktik langsung pembuatan pupuk bersama warga. Dalam praktik ini, mahasiswa dan warga setempat bekerja sama mengolah kotoran ayam menjadi pupuk. Nantinya, warga bisa memanfaatkan pupuk ini untuk mendukung kegiatan pertanian di dusun tersebut. Dengan demikian, praktik ini menjadi salah satu bentuk penerapan ilmu secara langsung, agar masyarakat bisa merasakan manfaatnya secara berkelanjutan.
Pelepasan Ikan Endemik dan Dukungan SDGs
Sebagai puncak acara, panitia dan warga melepas kurang lebih 3.000 ekor ikan endemik ke sungai setempat. Pelepasan ini menjadi bagian dari upaya restocking dan konservasi perairan. Selain itu, langkah ini juga bertujuan menjaga kelestarian ekosistem sungai. Di samping itu, kegiatan ini juga mendukung ketahanan pangan dan gizi masyarakat Dusun Sumbersari melalui pemanfaatan sumber daya perairan secara berkelanjutan.
Secara keseluruhan, kegiatan yang menyasar masyarakat Dusun Sumbersari ini turut mengusung sejumlah poin Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Poin-poin tersebut meliputi SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 2 (Tanpa Kelaparan), dan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Selain itu, keterlibatan mahasiswa Universitas Yudharta Pasuruan diharapkan mempererat relasi antarperguruan tinggi. Terlebih lagi, kegiatan ini juga memperluas wawasan mahasiswa dalam praktik pengabdian kepada masyarakat, khususnya di bidang ketahanan pangan dan konservasi lingkungan perairan.
Author: Hilfa Robiatul Kh










