Portalarjuna.net, Pasuruan –Masyarakat Pajaran, Desa Gunting, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, menggelar Haul Akbar pada Sabtu (31/10/2026). Kegiatan tahunan ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk mengirimkan doa kepada para almarhum dan almarhumah dari keluarga serta warga setempat.
Tahun ini, masyarakat menunjukkan antusiasme yang semakin tinggi. Banyak warga berbondong-bondong menyumbangkan makanan untuk konsumsi para jamaah. Partisipasi tersebut mencerminkan semangat gotong royong dan kepedulian masyarakat dalam menjaga tradisi keagamaan.
Rangkaian Haul Akbar Dimulai dengan Pembacaan Tawasul
Panitia memulai kegiatan pada pukul 13.00 WIB dengan pembacaan tawasul untuk para mendiang. Masyarakat turut berpartisipasi dengan menyumbangkan beras sebanyak satu kilogram untuk kebutuhan konsumsi, sejumlah uang, serta daftar nama almarhum dan almarhumah yang akan menerima kiriman doa melalui pembacaan Surah Al-Fatihah.
Setelah rangkaian siang selesai, masyarakat melanjutkan acara pada malam hari setelah salat Magrib. Grup Al-Banjari membuka kegiatan dengan penampilan musik religi. Selanjutnya, para jamaah menyanyikan Mars Ya Lal Wathan, Mars Fatayat, dan Mars Muslimat.
Keterlibatan ibu-ibu Muslimat dalam kepanitiaan turut mewarnai jalannya acara. Mereka bekerja sama untuk mendukung kelancaran kegiatan dari awal hingga akhir.
Mauidhoh Hasanah Mengajak Masyarakat Menjaga Kerukunan
Memasuki acara inti, KH. Saikhu Soleh dari Pondok Pesantren Ngalah menyampaikan mauidhoh hasanah pertama. Beliau mengajak masyarakat untuk menjaga kerukunan antartetangga dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah itu, panitia menggelar Mahallul Qiyam. Pada sesi ini, panitia mempersilakan masyarakat yang ingin memberikan santunan kepada anak yatim, yatim piatu, dan piatu. Panitia juga membagikan bingkisan kepada anak-anak penerima santunan.
Selanjutnya, Bu Nyai Abidah dari Pasuruan menyampaikan mauidhoh hasanah kedua. Beliau mengangkat pembahasan tentang anak yatim dan piatu serta pentingnya kepedulian terhadap mereka.
Rangkaian Haul Akbar berakhir dengan pembacaan doa bersama. Grup Al-Banjari kembali mengiringi penutupan acara.
Haul Akbar Pererat Silaturahmi dan Kepedulian Sosial
Salah satu panitia, Sela, menyampaikan bahwa Haul Akbar memiliki makna lebih dari sekadar pertemuan masyarakat.
“Menurut saya, Haul Akbar bukan sekadar kegiatan untuk berkumpul, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan dan mengenang jasa serta keteladanan almarhum. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi antarmasyarakat dan meningkatkan keimanan serta kecintaan kita kepada para ulama,” ungkap Mbak Sela.
Ia juga mengapresiasi persiapan panitia yang mencakup penataan tempat, penyambutan jamaah, hingga pelaksanaan acara. Menurutnya, panitia perlu memperhatikan pengaturan jumlah jamaah agar kegiatan tetap aman, nyaman, dan lancar.
Bagi Sela, kebersamaan dan suasana khidmat menjadi hal paling berkesan selama mengikuti Haul Akbar tahun ini.
“Harapan saya, semoga kegiatan Haul Akbar ke depannya bisa terus diselenggarakan dengan lebih baik, semakin banyak jamaah yang hadir, serta membawa keberkahan dan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Melalui kegiatan tahunan ini, masyarakat Pajaran terus menjaga tradisi mendoakan para pendahulu. Haul Akbar juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, menjaga kerukunan, dan menumbuhkan kepedulian sosial antarsesama.
Author : Saidatul Fitriyah






