Inilah Alasan Kurang Eksisnya Apel Pasuruan

""

Portalarjuna.net- Minggu (07/01/2018) Jika selama ini semua orang menganggap bahwa pusat apel di Indonesia adalah di Batu – Malang, maka mulai sekarang harus mengubah pandangan itu semua. Karena pada kenyataannya apel yang banyak dijual di daerah Batu dan Malang ternyata banyak berasal dari Daerah Nongkojajar Kec. Tutur Kab. Pasuruan.

Mayoritas penduduk Nongkojajar berprofesi sebagai petani apel dan tak sedikit yang mereka tanam, dengan iklim yang dingin dan tanah yang subur merupakan tanah yang cocok untuk tanaman jenis buah apel, maka tak heran jika masyarakat Nongkojajar lebih memilih sebagai profesi petani apel.

Di Kecamatan Tutur sendiri ada beberapa desa yang mempunyai produksi apel paling besar yaitu di Desa Andonosari, Kayu kebek, Blarang, Gendro, dan Wonosari. Dari desa-desa tersebutlah kemudian banyak dijual ke seluruh Indonesia. Namun, sebagian orang menganggap bahwa apel tersebut berasal dari Daerah Batu. Padahal apel-apel tersebut berasal dari Daerah Pasuruan. Kurangnya promosi inilah yang menjadi alasan apel pasuruan kurang dikenali oleh banyak orang.

Kekayaan Pasuruan seperti ini masih belum terjamah oleh dinas pariwisata Pasuruan, dengan terbuktinya masih belum ada penangan khusus pada suatu daerah tersebut, dan kurangnya publisitas sehingga masyarakat Pasuruan sendiri masih belum banyak yang mengetahui akan kekayaan alam Pasuruan.

Hal inilah yang harus menjadi perhatian lebih oleh Pemerintahan Kabupaten Pasuruan untuk mengembangkan dan memperkenalkan apel khas Pasuruan kepada masyarakat luas khususnya di Daerah Pasuruan sendiri. (Syar)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.