Komunitas Bonsai Nongkojajar (KBN), Bukti Bonsai Tetap Eksis

""

PortalArjuna.Net-pasuruan, Bonsai memang tanaman spesial. Sebab, penggemarnya pun kebanyakan dari kalangan seniman atau elite. Akan tetapi terdapat pasal, bagi Anda yang tinggal di daerah pun dapat jadi anggota penggemar bonsai, meski tak harus memiliki bonsai. Kini, hal itu bisa dibuktikan dalam salah satu visi berdirinya Komunitas Bonsai Nongkojajar yang kerap di kenal atau di singkat KBN.

“Dalam sosialisasinya, kiprah KBN tak hanya ada di Kecamatan Tutur saja, tapi juga membaur ke daerah – daerah luar kecamatan juga. Sebab, masing-masing daerah mempunyai potensi yang harus dikembangkan, sehingga di lain sisi juga sebagai pemberdayaan masyarakat terhadap hasil alam, khususnya tanaman yang potensi untuk bonsai,” kata Ketua KBN, Rio Bollmayer.

Seperti KBN Komunitas Bonsai Nongkojajar Kec. Tutur – Kabupaten Pasuruan. Yang baru berdiri satu tahun lalu ini, kehadirannya dapat sambutan hangat dari masyarakat. Terlebih bagi para penggemar tanaman bonsai. Uniknya, masih kata Rio Bollmayer, dalam KBN ini hanya mengenal istilah pembudidaya bonsai. Sebab, penghobi ataupun pebisnis. Itu dilakukan untuk men-seragamkan para anggota. Jadi, tak ada kecanggungan satu sama lain.

Selain mengajak masyarakat untuk berperan serta dalam budidaya bonsai, KBN juga ingin melakukan sosialisasi yang sifatnya lebih mendekatkan diri dengan masyarakat. Misalnya, dengan melakukan bakti sosial serta santunan anak yatim piatu yang di lakukan setiap tahunnya, sehingga secara tak langsung akan menciptakan rasa kekeluargaan.

Untuk jadi anggota KBN pun tak serumit yang dibayangkan. Rio Bollmayer mengatakan, kalau Anda yang hanya gemar bonsai, meski tak memilikinya, tetap bisa gabung dalam KBN. Sebab dalam rangkaian programnya, setiap anggota KBN bisa saling bertukar pikiran dengan anggota lain. Adapun kegiatan seperti even pameran, kontes ataupun penyuluhan dilakukan untuk mendongkrak motifasi petani bonsai.

“Orang dengan kemampuan ekonomi minim pun dapat jadi anggota KBN. Syaratnya hanya satu, suka dengan bonsai. Perspektif suka itu tak selalu harus memiliki. Ya syukur, kalau kesukaan itu berbuntut pada memiliki atau membuat bonsai. Tak susah kok untuk terlibat dalam KBN ini. Sebab, di sini juga kita bisa saling tukar informasi dan ilmu. Itulah yang membuat KBN kental dengan nuansa kekeluargaan,” ujar pria ini.

 

(DH)

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.