WR II : Mahasiswa Dilarang Mengadakan Kegiatan yang Tidak Menunjang Tridharma Perguruan Tinggi

""

Portalarjuna.net-Purwosari(10/02/18). Dialog terbuka jilid 2 yang di selenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Yudharta Pasuruan hari Kamis (08/02/18) bertempat di lobby rektorat lantai 1 berjalan mulus.

Pasalnya, dialog terbuka jilid 2 ini di datangi oleh Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, Wakil Rektor III beserta keamanan pondok dan keamanan Yayasan Darut Taqwa. Bahkan perwakilan dari HMJ, UKM, dan OMEK yang turut hadir dalam acara tersebut.

Dalam rangka mengklarifikasi masalah yang telah terjadi, keamanan pondok dan keamanan Yayasan Darut Taqwa mensosialisasikan tata cara perizinan kegiatan sesuai SOP yang ada. Bapak Dayat selaku keamanan Yayasan Darut Taqwa menegaskan bahwa tatacara perizinan harus sesuai SOP.

” Kalau mau izin itu harus sesuai SOP yang ada, izin minimal 10 hari sebelum hari H, administrasi juga lengkap. Kan, sudah ada di Undang-undang Hukum Pondok Pesantren Ngalah ( UHPN)”, tuturnya.

Pihaknya juga berpesan agar keamanan pondok pesantren memperbaiki masalah administrasi. ” Harus ada perbaikan administrasi dari keamanan. Untuk semua yang bersangkutan, jangan pernah mau di hanya di beri janji berupa ucapan harus berupa surat tertulis “, tambahnya.

Setelah di selenggarakannya dialog terbuka yang berlangsung 2 kali ini, Wakil Rektor II Dr. H. Kholid Murtadlo, SE, ME memberi keputusan atas semua masalah yang di tujukan tentang perizinan kegiatan.

” Setelah dijelaskan sebegitu rinci dari tadi oleh pihak-pihak terkait, maka jalan tengahnya seperti ini saja, mahasiswa Universitas Yudharta Pasuruan dilarang mengadakan kegiatan yang tidak menunjang tridharma perguruan tinggi “, tegasnya.

” Tetapi masih ada yang mengganjal dalam benak mahasiswa yang bersangkutan dengan masalah ini, karena masih banyak keganjalan yang masih belum tersampaikan apalagi tidak adanya kejelasan alasan yang diterima. Yah, semoga saja di agenda-agenda selanjutnya pihaknya dapat mengambil keputusan yang bijak dengan alasan yang tepat “, ucap mahasiswa Universitas Yudharta Pasuruan berinisial F-N saat di temui tim portal arjuna. Dengan di adakannya dialog terbuka tersebut, di harapkan tidak ada kejadian serupa yang terjadi lagi antara mahasiswa dengan perizinan pesantren, dan mahasiswa pun dapat menghormati kebijakan-kebijakan yang telah di atur oleh UHPN pesantren. (lid)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.